Latar Belakang

Penyalahgunaan ilmu hayati untuk keperluan yang dapat membahayakan keselamatan orang banyak, dikenal sebagai bioterorisme, harus diantisipasi dampaknya terhadap ketahanan nasional Indonesia. Tanpa pemahaman dan penyadaran masyarakat serta peran aktif pihak-pihak terkait dalam menangani dampak bioterorisme, maka akan mengancam sendi-sendi ketahanan nasional seperti keamanan, kesehatan masyarakat, dan ekonomi.  Pemahaman masyarakat tentang biological agent yang berpotensi digunakan dalam bioterorisme sangat diperlukan dalam menghadapi ancaman dan kejadian bioterorisme. Pihak keamanan yang berperan mengendalikan dan memelihara keamanan umum  diperlukan dalam menangani kepanikan masyarakat. Institusi kesehatan diperlukan dalam penanggulangan dan rehabilitasi akibat bioterorisme melalui antisipasi, pencegahan, deteksi, dan identifikasi agen biologik. Selain itu, pemahaman tentang bioterorisme juga diperlukan oleh pihak-pihak yang terkait dengan perdagangan internasional seperti produk pertanian, makanan, dan produk lain yang sering dicurigai sebagai pembawa agen biologi. Agar supaya penanganan dampak bioterorisme yang sifatnya penuh kedaruratan dapat dilaksanakan dengan baik, mungkin payung hukum khusus diperlukan. 

9 Tanggapan

  1. wah sadis banget judulnya pak….!!!!

    g ada yang lebih aplikatif lagi pak?
    yang sederhana saja dan mungkin terbuka untuk umum alias gratis….

    proyek…proyek…proyek…huhuhuee

  2. Yah nggak apa-apa ko… kalau tidak mroyek dapat uang dari mana dong…..maklumlah PNS kan dari Proyek-proyek itu dapat pulus

  3. Topik yang tidak aplikatif dan tidak relevan dengan masalah pangan yang di hadapi Indonesia, terlalu mengada-ngada dan dipaksakan. Saya sangat geli membaca topik bioterorisme. Masalah kita dinatarnya adalah masalah kekurangan pangan, rendahnya mutu produk olahan pangan karena terbatasnya teknologi ditingkat petani, produk pertanian yang tidak kompetitif dan lain. Sebagai alumni UNSOED saya sangat malu membaca pengumuman seminar ini, UGM, UI, IPB akan mentertawakan UNSOED.

  4. Ketahanan nasional lebih ditentukan oleh kemakmuran, pendidikan, moralitas. Kalau ketiga hal tersebut tercapai, maka kita akan menjadi negara yg kuat. Topik bioterorisme terlalu tidak enak dibahas dan bukan masalah penting buat Indonesia.

  5. Pertama-tama saya selaku ketua pelaksana Semnas “Dampak Bioterorisme terhadap Ketahanan Nasional” mengucapkan banyak terima kasih atas kritikan Arief, Serayu, dan Cinta.
    Mungkin kita masih perlu belajar lebih banyak lagi pada situs ini (http://www.anggrek.org/index.php/2007/02/05/102/) agar kita lebih arif dan jauh dari prasangka buruk pada idea seseorang, khususnya pandangan tentang bioterorisme. Siapkah kita seandainya kejadian bioterorisme menimpa kita, tahukah kita apa yang harus kita lakukan, bagaimana mendeteksinya, mikroorganisme apa saja yang mungkin digunakan untuk tujuan menghancurkan sendi-sendi pertahanan suatu negara, target apa saja yang dijadikan sasaran, dan bagaimana modus operandi dimulainya tindakan bioterorisme???? Banyak hal yang masih perlu kita pahami untuk dapat berpikir dan bertindak antisipatif. Jadi menurut hemat saya, seminar nasional dengan tema bioterorisme masih sangat relevan saat ini. Sebagai alumni biologi saya bangga diberi kepercayaan untuk menyelenggarakan seminar ini.
    Maju terus pantang mundur…….
    Sekian dulu ya terima kasih atas komentar anda semua dan masih saya tunggu tanggapan berikut.
    Salam,
    Dr. Hendro Pramono,MS (Ketua Panitia Pelaksana)

  6. Mr. Isroil Samihardjo (alumni Fabio Unsoed angkatan 1979) berkarya sebagai pengamat senjata biologi sejak tahun 1987 dan sekarang sebagai Direktur Nuklir, Biologi dan Kimia (NUBIKA) Badan Intelelejen Nasional (BIN) Departemen Pertahanan dan Keamanan (HANKAM) yang berkantor di Jl. Seno Raya Pejaten Pasar Minggu Jakarta Selatan. Apalagi, namanya pernah tercatat dalam beberapa pertemuan di PBB dan Bilateral Workshop antara Indonesia dan Australia. Salah satunya adalah Proceedings of the Second Biological Weapons Convention Regional Workshop on Asia-Pacific Centre for Military Law. Editor buku ini adalah Dr. R.J. Mathew. Silahkan menyimak buku ini di http://www.law.unimelb.edu.au
    Alhasil, seminar nasional yang akan diselenggarakan di Fakultas Biologi Unsoed merupakan salah satu pengejawantahan dari ilmu biologi sebagai ilmu dasar yang dapat memberikan sumbangsih hasil karya yang aplikatif dan … ikut seminarnya ya :-) sehingga wawasan kita akan biologi akan semakin luas :-)

  7. sebaiknya baca dulu apa itu bioterorisme sebelum berkomentar. Saya sebagai alumni yang sekarang bekerja di sebuah institusi swasta bidang pertanian terbesar di indonesia malah malu sendiri baca komentarnya id: SERAYU yang ngaku alumni unsoed, tapi tidak tau pemaknaan ketahanan pangan.

    Saya pikir internet bisa memberikan banyak informasi soal ini mbak/mas SERAYU..

    monggoo..

  8. “seminar yang dapat menjadi langkah maju bagi dunia biologi yang semakin modern”…untuk bio-unsoed saya sangat salut dengan akan diadakannya seminar ini… hidup bio unsoed!!

    to id : SERAYU : sudahkah anda memberi peran bagi orang lain???bahkan untuk anda sendiri??atau anda hanya sekedar basa-basi??

  9. GRATIS DNKS PAKKK

Tinggalkan Balasan